Erick Thohir: BUMN Migrasi ke Danantara, Pengawasan Tetap Ketat!
Sumber: Suara.com

Erick Thohir: BUMN Migrasi ke Danantara, Pengawasan Tetap Ketat!

Diposting pada

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan kembali peran Kementerian BUMN pasca perubahan kepemilikan BUMN ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Kementerian BUMN akan bertindak sebagai regulator dan pengawas strategis bagi Danantara.

Peran Kementerian BUMN sebagai Regulator dan Pengawas Strategis Danantara

Erick Thohir menekankan komitmen Kementerian BUMN untuk mendukung keberhasilan Danantara dalam mengelola operasional BUMN dan investasi.

Hal ini disampaikan Erick melalui akun Instagram resminya, @erick.thohir, pada Senin, 16 Juni 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah menggelar rapat pimpinan bersama Wakil Menteri, Sekretaris Kementerian, Deputi, dan Staf Ahli Kementerian BUMN.

Rapat Pimpinan Kementerian BUMN: Sinergi Program untuk Masyarakat

Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan penting terkait program-program yang berdampak langsung pada masyarakat.

Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain Program Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, subsidi dan kompensasi BBM serta listrik, dan penyediaan listrik desa di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Erick Thohir menegaskan komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Restrukturisasi BUMN di Bawah Danantara: Menuju Efisiensi dan Kompetitivitas

Sebelumnya, Danantara telah merencanakan restrukturisasi BUMN, yang saat ini berjumlah 888 perusahaan, termasuk anak perusahaannya.

COO Danantara, Dony Oskaria, mengindikasikan kemungkinan pengurangan jumlah BUMN menjadi kurang dari 200 perusahaan yang lebih besar dan kompetitif.

Proses restrukturisasi ini dapat mencakup penutupan perusahaan, merger, atau _turnaround_ bisnis, bergantung pada hasil _business review_.

Dony Oskaria menambahkan bahwa sebelumnya, BUMN cenderung mengejar keuntungan di berbagai sektor tanpa fokus pada fundamental bisnis.

Ke depannya, BUMN akan lebih fokus pada fundamental bisnis dan menghindari perluasan usaha yang tidak relevan dengan bisnis inti.

Contohnya, praktik pembentukan anak usaha yang bisnisnya jauh dari bisnis induk akan dikurangi. Salah satu contoh yang disebutkan adalah PT Telkom dengan 200 anak perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, dari katering hingga air minum.

Restrukturisasi BUMN di bawah Danantara diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan pelat merah, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *