Program Gapura Panca Waluya, sebuah gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menuai pujian dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi. Kak Seto bahkan mengaku terharu menyaksikan langsung kelulusan 273 siswa yang telah mengikuti pendidikan karakter berbasis kedisiplinan militer ini di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang. Program ini dinilai sebagai solusi tepat bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan kurang kondusif.
Apresiasi Kak Seto didasari pada metode pembinaan yang memadukan kedisiplinan militer dengan pendekatan kasih sayang. Hal ini membantu mengarahkan anak-anak kembali ke jalur positif secara tegas namun humanis. Ia menekankan pentingnya peran pendidikan non-formal dalam memperkuat karakter anak.
Apresiasi Kak Seto terhadap Program Gapura Panca Waluya
Kak Seto mengungkapkan rasa harunya melihat keberhasilan program ini. Ia menggambarkan anak-anak sebagai bunga yang membutuhkan uluran cinta dari berbagai pihak agar dapat berkembang maksimal.
Program Gapura Panca Waluya dinilai mampu menjawab kebutuhan anak-anak yang tumbuh di lingkungan rumah, sekolah, atau pergaulan yang kurang mendukung. Metode pembinaan yang diterapkan dinilai efektif dalam membimbing anak-anak kembali ke arah yang positif.
Pentingnya Evaluasi dan Peran Psikolog
Meskipun memberikan apresiasi, Kak Seto juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap program Gapura Panca Waluya. Hal ini bertujuan untuk memastikan efektivitas program dan keberlangsungan perkembangan anak-anak secara menyeluruh.
Keterlibatan psikolog dalam proses pendidikan sangat penting. Mereka berperan dalam memantau kondisi mental dan emosional anak-anak agar tetap sehat selama mengikuti program. Evaluasi dan pendampingan psikologis menjadi kunci keberhasilan jangka panjang program ini.
Potensi Gapura Panca Waluya sebagai Program Nasional
Melihat dampak positif yang telah ditunjukkan, Kak Seto mendorong agar program Gapura Panca Waluya diadopsi secara nasional. Ia berharap keberhasilan program ini dapat menginspirasi dan diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, menyambut baik dukungan tersebut. Ia berencana mengembangkan program ini menjadi Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa untuk menjangkau lebih banyak anak. KDM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengembangkan program ini.
Fasilitasi Pendidikan dan Karier bagi Lulusan
Para lulusan program Gapura Panca Waluya akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja sesuai minat dan bakat mereka. Hal ini mencakup peluang untuk bergabung dengan TNI, Polri, ASN, atau mengejar karier profesional di berbagai bidang.
KDM menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi hebat, dan program ini bertujuan untuk membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi tersebut. Bukannya mencap anak sebagai “nakal”, tetapi membantu mereka menemukan arah yang tepat.
Program Gapura Panca Waluya bukan sekadar program pendidikan karakter, melainkan upaya holistik untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki masa depan yang cerah. Dengan evaluasi berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, program ini berpotensi besar untuk menjadi model pendidikan karakter yang efektif dan dapat diadopsi secara nasional. Komitmen pemerintah daerah dan peran serta para ahli, khususnya psikolog, menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Harapannya, semakin banyak anak Indonesia yang dapat merasakan manfaat dari program yang inspiratif ini.



